Minggu, 05 April 2015

Info News Other Blog. Happy Read !

Ngaji Islam yang Menyeluruh dgn Kitab Ulama Salaf

Saat ini marak orang belajar Al Qur’an dan Hadits. Hafal Al Qur’an 30 Juz dsb.
Cuma yang jadi masalah adalah adakah mereka belajar memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para Ulama Salaf dulu? Ini penting agar Al Qur’an dan Hadits tidak cuma di kerongkongan. Jangan sampai karena pemahamannya keliru, akhirnya keluar dari Islam laksana anak panah lepas dari busurnya.
Pembunuh Khalifah Ali, Abdurrahman bin Muljam itu adalah seorang Hafiz Al Qur’an. Namun karena pemahamannya sempit, dia bunuh salah satu sahabat dan juga sepupu dan juga menantu Nabi: Ali bin Abi Thalib.
Oleh karena itu pemahaman Al Qur’an dan Hadits sebagaimana ulama2 terdahulu itu penting. Jangan cuma Al Qur’an dan Hadits tok. Oleh karena itu Kitab Fiqih para Imam Mazhab, Kitab Sifat 20, Kitab Tafsir Al Qur’an seperti Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, dan kitab kuning mu’tabar lainnya harus dipelajari. Sebab dari situlah kita bisa memahami Al Qur’an dan Hadits sebagaimana para ulama Salaf memahaminya.
Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)
سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام
“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم
“Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)